Khayal

Posted on Updated on

imagination by the carmibug
imagination by the carmibug

Salah satu kemampuan manusia yang sering menakjubkan diri kita adalah khayal atau membayangkan sesuatu yang tidak ada menjadi seperti ada. Fungsi khayal tersebut bukan saja sangat penting melainkan juga menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. Berawal dari khayalan untuk terbang di angkasa, umat manusia kemudian mampu menciptakan pesawat terbang dari model yang sederhana sampai yang sangat modern. Berawal dari keinginan berkomunikasi jarak jauh, pada awalnya penyampaian pesan dilakukan melalui surat, kemudian sekarang kita dapat berkomunikasi dalam waktu yang bersamaan (real time) melalui berbagai perangkat komunikasi mobile. Apa yang dulu diimajinasikan sebagai telepati kemudian mewujud dalam telepon dan semua orang dapat memanfaatkannya.

 

Dari dua contoh tersebut, tampak bahwa tidak ada yang salah dengan kemampuan atau daya khayal manusia. Namun mengapa daya khayal seringkali juga merusak kemanusiaan kita? Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tingkat khayalan dan kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan ini bukan saja dalam soal intelektualitas dan fisik, melainkan juga terkait dengan sikap mental kita dalam berkhayal dan kenyataan sifat dan karakter kita. Misalnya saja seseorang pemalas berkhayal untuk menjadi orang sukses yang kaya raya, hal itu tentunya menciptakan gap yang sangat besar, sehingga upaya perwujudannya cenderung negatif. Setidaknya si pemalas dapat menempuh jalan singkat dengan melakukan kejahatan mencuri dengan berbagai cara termasuk korupsi, atau si pemalas dapat jalan di tempat dalam kemiskinan dengan khayalan kosong sebagai orang kaya sehingga waktunya habis sia-sia.

Khayal adalah bagian dari potensi manusiawi yang melengkapi manusia untuk menjemput masa depannya. Masa depan kita adalah probabilita yang bersandar pada sejarah hidup yang kita torehkan dari waktu ke waktu. Namun khayal juga dapat menjadi jebakan yang menyebabkan kita berkubang di lumpur kemalasan, sifat pengecut, dan kemandegan karena khayal yang tinggi menyebabkan kita gentar untuk melangkah. Tidak ada sukses yang dapat dicapai apabila kita tidak memiliki daya khayal yang menjadi tantangan untuk mewujudkannya, namun kegagalan akan menjadi kepastian apabila daya khayal kita tidak terkendali menjadi liar tanpa adanya keterkaitan dengan upaya-upaya kita dalam kehidupan. Salah satu sumber kejahatan manusia juga berasal dari khayalan tentang hidup yang lebih bahagia tanpa adanya kesadaran bahwa cara atau proses mewujudkan khayalan lebih penting daripada khayalan itu sendiri.

Sekarang terserah kepada kita masing-masing apakah daya khayal kita yang merupakan anugrah Yang Maha Kuasa tersebut kita gunakan. Apakah kita akan membiarkannya liar tanpa kendali yang kemudian mendesak kita untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan masyarakat ataukah kita memfokuskannya untuk perubahan kehidupan kita yang lebih baik. Jangan menyalahkan potensi-potensi diri kita, tetapi perhatikan bagaimana kita mampu memaksimalkan setiap potensi yang tersembunyi dalam diri kita.

 

One thought on “Khayal

    zaskia said:
    Februari 10, 2015 pukul 6:25 pm

    Salam khayal

    Zaskia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s