Buka matahati kita

Posted on Updated on

Manusia akan selalu dalam perjuangan dan jatuh bangun dari upaya menjadi lebih baik dan terjebak dalam keburukan duniawi. Hal itu adalah kenyataan hidup yang harus kita pahami guna menjalani hidup sehingga kita tidak kaget dengan kebahagiaan maupun kepahitan hidup kita. Kita hanya harus membuka matahati dan pikiran kita dan membiarkan kebenaran masuk menyinari hati kita hingga akhir perjalanan hidup kita.

Namun kebanyakan kita akan cenderung untuk memeluk erat-erat kebahagiaan dan membenci kepahitan atau kesengsaraan hidup. Bila kita lihat sekeliling kita, maka kita akan selalu dapat melihat keindahan hidup dalam kesempurnaan harmoni alam semesta yang cukup menjadi suatu bukti bagi akal dan hati kita tentang makna hidup kita yang seringkali diwarnai ketidakpastian. Ketidakpastian muncul manakala kita memiliki kehendak yang mana kehendak tersebut juga yang akan menyebabkan hilangnya kebahagiaan manakala kita gagal mewujudkannya.

Hal ini tidak berarti kita menghentikan kemanusiaan kita dengan menghilangkan segala kehendak dan menjadi pasif menjalani hidup ini. Apa yang perlu kita mengerti adalah kehendak kita bukanlah segalanya, karena kita harus menyerahkan diri pada kehendak Yang Maha Kuasa betapapun pahit dan sakitnya kehendak itu dalam kacamata manusia. Hal inilah yang mendasari jihad seorang Muslim baik dalam definisi perang (qital) maupun dalam menghadapi hawa nafsu kita masing-masing.

Penyerahan diri kita kepada Yang Maha Esa adalah kunci dari kebahagiaan sejati dimana kita tidak lagi mengejar kebahagiaan yang berdasarkan pada kehendak pribadi kita. Hal ini juga yang akan membuat semua langkah kita menjadi enteng dan mudah dilaksanakan karena kita tidak lagi terikat dengan nafsu-nafsu yang akan menyengsarakan hidup kita. Walaupun dimata manusia seringkali kita dinilai bahagia, namun dihati kita belum tentu. Demikian pula apa yang dilihat sebagai kesengsaraan sesungguhnya suatu kemanisan dalam hidup manusia. Hal ini akan sulit dipahami apabila kita terlalu terikat pada pemahaman hidup berdasarkan pada kebahagiaan duniawi yang memuaskan segenap indera badaniah kita ataupun gairah akal dan hasrat hati akan kenikmatan dunia.

Apakah lantas kita meniadakan hal-hal yang terkait dengan dunia, tentunya tidak. Karena selama kita hidup kita akan digerakan oleh hasrat kehidupan yang normal bagi manusia untuk survive. Hanya saja hasrat tersebut bukan pusat penggerak kehidupan dan bila kita berpegangan teguh pada prinsip yang lebih luas yakni bersandar pada Allah SWT semata, maka kita akan melihat dunia dari sisi yang jauh berbeda dengan mereka yang tenggelam dalam konsep-konsep hidup yang duniawi. Keseimbangan adalah kunci kebahagiaan, namun pada akhirnya keseimbangan tersebut harus dibimbing oleh sikap menyerahkan diri secara total hanya kepada Yang Maha Kuasa. Hanya dengan begitulah matahati kita perlahan akan terbuka dan mulai mampu melihat keindahan hidup yang sesungguhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s