Pilihan

Posted on Updated on

Dalam perjalanan hidup kita sering kita menghadapi situasi untuk memilih jalan yang akan kita lalui. Perjalanan pendidikan, perjalanan pekerjaan, perjalanan percintaan, perjalanan spiritual dan perjalanan apapun yang pada akhirnya menuju pada pintu terakhir meninggalkan dunia fana.

Semakin bertambah umur biasanya kita berpegang teguh pada pilihan-pilihan terdahulu yang telah kita lalui dan kita memantapkannya sebagai bagian dari sejarah hidup yang kita lukis sejak kita kanak-kanak. Selanjutnya kita merasa catatan sejarah itu semua sebagai diri kita yang akan merespon setiap pilihan yang kemudian akan muncul kembali baik secara tiba-tiba maupun tidak.

Mungkin kita pernah atau sering melakukan sesuatu yang tidak kita niatkan sebelumnya, namun semuanya terjadi begitu saja dan kita sulit menemukan rujukan dalam sejarah perjalanan kita karena pilihan yang muncul memang relatif baru bagi kita yang sedang mengalaminya.

Dalam hubungan antar manusia, biasanya kita memiliki catatan yang kuat dalam menghadapi hubungan sosial yang kemudian menjadi faktor kemampuan inter-personal yang khas pada setiap individu sesuai dengan catatan sejarahnya masing-masing. Ada yang sangat pandai bergaul, ada yang kurang pergaulan, ada yang senang berkumpul, ada yang senang menyendiri, ada yang suka bertualang, ada yang suka di rumah, dst sebanyak karakter manusia.

Hubungan antar manusia akan selamanya saling mempengaruhi. Karakter yang kuat akan mempengaruhi yang lemah, kondisi hati dan pikiran yang jernih akan mempengaruhi yang kurang jernih atau sebaliknya. Namun pada saat goyah akhirnya kita akan kembali memeluk catatan sejarah perjalanan kita sebagai rujukan karena kita seringkali terlalu khawatir dengan kemungkinan perubahan yang akan melahirkan suasana baru yang sulit kita pahami, sementara sejarah yang akan kita tulis menuntut kita untuk selalu memperhatikan berbagai kemungkinan yang akan berdampak pada perjalanan kita selanjutnya.

Menghadapi pilihan yang kurang kita yakini arahnya akan membuat kita berada dalam kondisi gundah/galaw karena kurangnya keyakinan tentang apa-apa yang sedang terjadi atau akan terjadi dari pilihan tersebut.

Pada saat kita memilih untuk melakukan sesuatu yang baru, biasanya kita juga akan sibuk berkompromi dengan catatan sejarah kita karena kita ingin mencapai resolusi yang tidak membuat rasa tidak enak dalam pikiran dan hati kita. Kita akan berupaya meluruskan atau memperbaiki kerusakan catatan kita dan kemudian mencatatkan hal-hal baru yang kita harap dapat membawa angin segar dalam kehidupan kita. Toh pada akhirnya yang kita dambakan adalah kebahagiaan yang dalam arti hakiki sebuah rasa kelegaan (legowo) dalam menerima keadaan diri kita apa adanya.

Maka dalam keseriusan kita mencermati pilihan dalam perjalanan hidup, seyogyanya kita juga senantiasa waspada dengan pikiran dan hati kita sendiri. Khususnya terkait dengan intensi/niat kita ketika memilih jalan.

9 April 2013 dinihari — Catatan diskusi dengan sahabat yang saling ikhlas mendengar dan mampu mengganggu keseimbangan catatan sejarah perjalanan hidup seseorang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s