Tidak ada yang sia-sia

Posted on Updated on

Dalam suatu keadaan tertentu seringkali kita merasakan kesia-siaan dalam hidup kita, terlebih apabila kita dalam keadaan susah baik secara fisik-materi maupun secara bathin-pikiran-suasana hati kita. Rasa sia-sia tersebut dapat dikatakan awal dari langkah menuju keputus-asaan atau ketiadaan semangat hidup. Mengapa hal itu terjadi?Pada saat kita tidak memiliki pekerjaan atau kehilangan mata pencaharian, rasa sesak di dada kita bukan saja sangat menekan segala peri kehidupan kita, melainkan juga memunculkan ide dan rasa sia-sia. Betapa perjalanan hidup kita menjadi tidak enak karena kita tidak punya uang karena kita pengangguran. Sedih, malu, tertekan dan emosional menjadi hal lumrah manakala kita dalam keadaan susah, dan rasa sia-sia telah siap menghampiri dan menyelimuti diri kita dalam kegelapan. Lalu mengapa saya katakan tidak ada yang sia-sia?

Pertama, bahwa tidak ada keadaan yang ajeg/tetap dalam perjalanan hidup kita. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang kita lalui akan selalu berbeda. Setiap pagi yang kita jelang adalah berbeda dengan pagi yang kemarin. Artinya akan selalu ada harapan perubahan yang lebih baik apabila kita sungguh-sungguh dalam menginginkan perubahan itu.

Kedua, pada saat kita dalam keadaan susah hal itu tidak bersifat selamanya, melainkan sebuah periode waktu yang memberikan kesempatan kepada diri kita khususnya hati kita untuk menyelami dan lebih memahami hakikat hidup yang sangat luas dan tidak melulu urusan kebahagiaan atau keberhasilan. Bukankah kita tidak akan mengerti makna bahagia tanpa mengetahui kesulitan/kesudahan dalam hidup ini? Periode susah tersebut seyogyanya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat tekad hidup yang lebih baik, mempertajam mulut dan lidah dalam berdo’a, serta memperbaiki perencanaan hidup kita untuk memulai lagi lembaran-lembaran yang penuh tantangan. Jangan terlalu lama dalam keadaan susah, karena rasa sia-sia akan berakumulasi dan mengkristal menjadi keputus-asaan. Rasa susah sebenarnya berada dalam pikiran dan rasa kita sehingga dapat diatasi dengan membakar semangat hidup untuk perubahan yang lebih baik, menggerakan pikiran untuk mencari jalan keluar dan memantapkan hati baik melalui keyakinan agama maupun prinsip-prinsip hidup. Tentunya kita juga harus hati-hati dari bujukan nafsu untuk segera keluar dari kesusahan melalui cara-cara yang tidak baik seperti mencuri dll.

Ketiga, yakinlah bahwa kita telah hadir di dunia ini tidak untuk sia-sia. Sekecil apapun peranan kita dalam dinamika dunia yang begitu luas adalah sangat berharga dan patut kita syukuri. Kepedulian kita terhadap lingkungan, terhadap sesama manusia, dan terhadap masa depan merupakan kontribusi yang besar. Hanya saja kita sering merendahkan diri kita sendiri karena keadaan yang susah tersebut, berbesar hatilah dan lihatlah dunia dari kacamata yang lebih jernih, dimana umat manusia saling berinteraksi dan memberikan makna dalam hidupnya, sehingga sungguh tidak ada yang sia-sia dari setiap keadaan yang kita alami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s