Mengapa kita percaya ?

Posted on

Percaya, meyakini, atau mengimani sesuatu merupakan pondasi dari perjalanan hidup seseorang. Tidak akan kita dapat berjalan dengan mantap diatas muka bumi tanpa adanya keyakinan-keyakinan yang membimbingnya. Kepercayaan tersebut bisa kepada Kekuasaan Yang Maha Kuasa melalui jalan agama, bisa juga kepada ilmu pengetahuan dan pemikiran filosofi manusia, atau bisa juga berdasarkan pengalaman-pengalaman. Semuanya mengkristal sejalan dengan apa-apa yang kita alami selama perjalanan hidup kita masing-masing, sifat sangat pribadi dan unik pada masing-masing individu.

Sesuai dengan karakter diri kita, akan berkembang kecenderungan terhadap apa yang kita percayai. Bila kita lahir dan dididik dalam lingkungan keluarga Muslim yang taat , tentunya wajar bila hasilnya kita cenderung untuk meyakini nilai-nilai Islam sebagaimana diajari kepada kita sejak kecil. Demikian juga apabila kita lahir dan dididik di lingkungan keluarga Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu yang mempraktekan nilai-nilai agama dalam ketaatan, maka tidaklah perlu kita merasa heran dengan keyakinan yang tumbuh berkembang seiring dengan perkembangan psikologi dan bathin kita.

Namun sadarkah kita bahwa mayoritas umat manusia sesungguhnya tidaklah terlalu terdidik dalam soal keimanan ini. Kita cenderung untuk menerima seluruh informasi tentang apa yang “harus” diyakini sejak kecil tanpa pemahaman yang utuh baik secara akal maupun bathiniah. Kita dibentuk atau didoktrin untuk meyakini sesuatu tanpa mengerti detailnya, sehingga muncul kecenderungan untuk bersandar pada keyakinan yang rapuh secara membabi buta.  Keyakinan yang rapuh tersebut berakar dari kurang dalamnya pemahaman dan belum tercapainya keadaan sadar setiap saat tentang apa yang kita yakini.

Silahkan anda bertanya pada diri sendiri atau kepada orang lain tentang hal ini, misalnya pertanyaan sederhana mengapa anda mengimani keberadaan Tuhan.

Jawabnya akan beragam dan campur aduk bukan? Mungkin anda yang memiliki pengetahuan tentang keTuhanan akan dapat menjelaskan secara panjang lebar.

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s