Bersabar

Posted on

Kata sabar sering kita dengar sejak kecil, mulai dari petuah di tengah-tengah keluarga dan lingkungan sampai pada tingkat politik internasional. Dalam wilayah pemahaman psikologis manusia sampai pada tingkat esoteris pemaknaan kata sabar dalam perjalanan spiritual. Sehingga kita begitu seringnya dan begitu banyaknya nasehat tentang kesabaran dan pentingnya sabar dalam menjalani hidup kita. Tulisan ini mungkin tidak memiliki nilai tambah dari apa-apa yang pernah kita dengar, tetapi tidak ada salahnya bila kita mengingatnya kembali.Perilaku sabar sangat erat hubungannya dengan keteguhan hati dalam merespon setiap peristiwa yang kita alami dalam perjalanan kita. Keteguhan disini bukanlah sikap masa bodoh tidak peduli ataupun watak keras kepala yang kadang kala tampak sebagai kekuatan menahan diri yang diterjemahkan sebagai sabar.

Biasanya kita melihat kesabaran hanya pada saat ditimpa musibah, dan pada saat itu banyak mengalir nasehat-nasehat kesabaran untuk menanggung musibah. Padahal bila matahati kita terbuka, kesabaran untuk tidak melakukan hal-hal yang berdampak buruk pada lahir dan bathin juga teramat pentingnya. Misalnya saja sabar menahan diri dari berkata-kata yang menyinggung perasaan orang lain. Hal itu terlihat remeh, namun dampaknya akan sangat dahsyat bila kita cukup waspada. Mengenai bersabar dari berbuat kejahatan, berzina, mencuri, korupsi, membunuh, menipu serta berbagai perbuatan nista lainnya tentunya kita tidak perlu lagi ragu untuk menghindarinya dan menahan diri dari berbuat kenistaan tersebut.

Belakangan ini kita mendengar adanya sejumlah keributan (konflik) komunal terbatas yang disebabkan oleh sengketa politik, sengketa masalah lahan (tanah), konflik perbedaan keyakinan, serta berbagai sengketa antara anggota masyarakat yang menghasilkan suatu kondisi konfliktual. Tentu saja hal itu bukan semata-mata disebabkan oleh ketidaksabaran.

Kita patut kagum sekaligus malu pada diri sendiri bila setiap hari menyaksikan kesabaran rakyat kecil ketika mereka harus mengantri minyak. Sementara ada pejabat tinggi di negara kita menyamakan antrian minyak tanah tersebut dengan antrian beli tiket film, tiket busa atau tiket pesawat. Bukankah hal itu merupakan contoh ketidaksabaran dalam mengkomentari suatu keadaan dengan kesembronoan. Di lain waktu kita juga pernah mendengar komentar pejabat tinggi di negara kita ini, bahwa rakyat kecil yang tertimpa bencana banjir itu masih memperlihatkan ekspresi canda tawa. Meskipun kemudian para pejabat tersebut menyatakan permintaan maaf, namun hal itu telah menjadi sejarah refleksi ketidakasabaran menahan diri atau kesembronoan.

Sabar bukan hanya sebuah kata yang menyifatkan keadaan di dalam hati kita yang mana hanya bisa terwujud bisa kita secara sadar menjalaninya. Dengan demikian sabar menjadi suatu kedudukan hati yang akan membimbing penglihatan tajam matahati kita dalam merespon setiap keadaan dalam hidup kita.

Ketika kita masih bayi, keinginan pertama yang muncul adalah dari elmen dasar kehidupan yaitu makan dan minum, kemudian dengan derasnya air susu ibu sudah terpenuhi keinginan tersebut. Kemudian ketika masa kanak-kanak lahirlah keinginan-keinginan lain yang terus berkembang seperti bermain, berhias, memperhatikan dan diperhatikan, belajar, serta segala sesuatu yang menyenangkan hati, kemudian ketika beranjak dewasa keinginan kawin/nikah menjadi daya tarik yang semakin kuat.

Kekuatan sabar tumbuh berkembang seiring dengan pengalaman dan ilmu kita dalam memahaminya. Adalah sulit untuk semata-mata menyuruh sabar kepada anak kecil yang sedang dimabuk kesenangan bermain, bisa jadi ia menangis atau marah. Namun seiring dengan pembelajaran seorang anak akan mengerti dan memahami mengapa perlu bersabar. Metoda langsung dengan mencontohkan perilaku sabar serta pendidikan berupa pemahaman dan praktek kesabaran seperti dengan berpuasa merupakan suatu jalan yang cukup efektif.

Matahati kita merupakan sinar petunjuk yang akan memperhatikan gerak langkah nafsu syahwat atau kehendak yang berakibat pada ketidakbaikan. Tetapi matahati kita bisa menjadi lemah tanpa adanya kesungguhan untuk menggunakannya. Sebagian orang memahami pertentangan dalam hati untuk suatu perbuatan/perilaku adalah peperangan antara kebaikan dan keburukan. Perang itu terjadi penggerak spiritual dan penggerak hawa nafsu yang berlaku terus menerus. Dengan demikian posisinya seolah-olah seimbang.

Padahal hati kita pada dasarnya adalah polos dan justru dengan kepolosannya tersebut maka akan dengan mudah membedakan antara yang baik dan buruk. Tidak akan ada kebaikan tanpa keburukan bukan? Apa yang berkecamuk dalam hati kita bukanlah suatu perang antara kekuatan setan ataupun malaikat. Hal itu adalah situasi manusiawi yang direfleksikan dengan simbol kekuatan keburukan dan simbol kekeuatan kebaikan. Bila hati kita sudah berwarna maka kita akan sulit membedakan antara kebaikan dan keburukan.

Simbolisasi hati dengan cermin cukup menarik karena hal itu mengibaratkan kejernihan dan kekuatan refleksi. Apakah refleksi yang memancar kebaikan ataukah keburukan. Sehingga tidak pernah ada istilah cermin yang buruk atau cermin yang baik karena cermin berlepas diri dari wujud pantulan yang dihadapkan kepadanya.

Bersabar dalam kaitannya dengan hati dan ketajaman matahati kita adalah suatu kedudukan yang stabil serta bertahan dari goncangan. Kesabaran menjadi sangat penting karena akan menjaga respon-respon yang kita wujudkan di dunia. Batasan kesabaran juga bersifat relatif bagimasing-masing individu dan kelompok masyarakat. Apakah kita bisa bersabar dengan keadaan yang terus-menerus ajeg tanpa ada dinamika tentu berpulang kepada bagaimana matahati kita melihatnya. Bersabar terhadap penguasa yang zalim dengan membiarkan penderitaan begitu lama ditengah-tengah masyarakat tentu juga kurang tepat. Setidaknya kesabaran yang disertai ketajaman matahati kita akan terbimbing dalam suatu upaya untuk keluar dari persoalan.

Dari tingkatan individu, masyarakat, bangsa dan negara diperlukan karakter kesabaran yang berarti keuletan, keteguhan serta pantang menyerah untuk berbuat yang terbaik bagi masa depan yang lebih cerah. Karakter kesabaran juga akan menjaga langkah perjalanan kita karena sabar juga berarti menahan diri dari perbuatan yang mencelakakan, merusak, menjerumuskan dan  merusak diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.

Terakhir, sekali lagi kesabaran menjadi mustahil tanpa ada pemahaman yang benar dan jelas tentang persoalan yang direspon dengan kesabaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s