Diantara

Posted on

Bertanya diantara hidup dan mati 
Sunyi dalam hembusan wangi kemboja
Bertanya begitu jauh ke dalam hati
Dingin dalam naungan cahaya senja

Selamat datang diantara dua wilayah
Suara senja berbisik lemah
Tahukah kemana arah?

Berada diantara suatu keadaan dengan keadaan lain merupakan masa-masa krisis yang perlu diperhatikan dengan kejernihan matahati. Setiap pergantian waktu yang begitu tajam dan tak bisa dikembalikan menciptakan istilah kemarin sekarang dan esok, sebuah rangkaian peristiwa yang terus menerus hingga akhirnya kita menemui ujung masa waktu duniawi. Namun tidak sedikit dari kita yang masa bodoh dengan berlalunya waktu dalam kelalaian dan kemalasan.

Diantara keadaan kemarin dan keadaan esok ada keadaan sekarang, semuanya bertautan dalam berbagai matrik hubungan dari yang linear, sebab akibat, random, maupun kelipatannya. Pemahaman yang terus-menerus atas setiap keadaan menjadi suatu keadaan sadar dan lawannya adalah lupa atau tidak sadar. Dalam keadaan sadar, matahati kita akan melihat keseluruhan keadaan dan memahaminya serta menerimanya dengan lapang dada.

Terkunci dalam keheningan, memandang kilas kemarin dalam sesal dan sedih memang tiada akan merubahnya. Tetapi kekinian yang mampu melihat kelemahan di saat kemarin akan memperbaiki masa esok hari.

Tenggelam dalam hiruk pikuk, buta atas kilasan hari kemarin dalam keterlupaan masa sekarang berarti belum sadar. Kekinian dalam keadaan tidak sadar tidak akan bisa menerawang esok hari.

Dalam spektrum yang lebih luas, esok adalah lebih dari sekedar rencana untuk bekerja lebih baik, belajar lebih giat, berprestasi, serta mewujudkan cita-cita. Esok bisa jadi akhir dari masa waktu perjalanan di dunia dan menempuh alam berikutnya. Seperti kita biasa mempersiapkan untuk esoknya dunia dengan melihat kemarin dan hari ini, maka esoknya kematian juga harus dipersiapkan dalam kesadaran.

Tidak ada keterikatan bahkan lebih kuat kerinduan untuk meneruskan perjalanan,  karena akhirnya kita masing-masing adalah sendiri. Tidak berarti hal ini egoisme pribadi untuk menghilangkan keterikatan dengan dunia, termasuk keluarga kita. Tetapi lebih pada prosesi perjalanan yang masing-masing kita akan melaluinya, sehingga pemahaman ini menjadi perlu untuk disebarluaskan kepada siapapun yang terikat secara duniawi dengan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s