Matahati Melihat Penghinaan dan Pujian

Posted on Updated on

Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan emosi dalam diri kita adalah ketika terjadi peristiwa penghinaan dan pujian kepada kita. Respon-respon normal berupa rasa tersinggung atau marah ketika dihina serta lahirnya rasa senang dan tersanjung ketika dipuji merupakan suatu mekanisme yang bersifat universal bagi umat manusia. Tidak ada yang perlu dipaksakan dalam melepas respon-respon normal tersebut, apalagi segala bentuk pengendalian yang berupaya menghilangkan sensitifitas kita terhadap penghinaan dan pujian.

Meskipun begitu, respon-respon normal atas penghinaan dan pujian tersebut tidak mesti menjadi dasar dari segala tindakan yang akan diwujudkan terhadap peristiwa penghinaan dan pujian. Peranan matahati dalam memahami peristiwa penghinaan dan pujian yang kita alami akan membuat kita mampu melihat banyak sisi yang menyebabkan terciptanya peristiwa penghinaan dan pujian terhadap kita. Akibat dari kemampuan matahati memahamkan peristiwa penghinaan dan pujian, respon yang akan kita wujudkan tidak akan sembrono ataupun tanpa kendali.

Misalnya saja ketika kita dihina sebagai orang gila, ketersinggungan yang terjadi adalah cukup lengkap yaitu mencakup akal pikiran kita, hati dan kesehatan jiwa kita. Namun bila kita melihatnya dengan matahati, rasanya akan terang benderang sisi kegilaan mana yang diekploitasi orang terhadap kita. Bisa jadi penghinaan itu merupakan kritik karena perbuatan kita di atas normal, seperti para penyelamat lingkungan yang tanpa pamrih berusaha melestarikan alam. Bisa juga hal itu merupakan penghancuran reputasi karena kita memang mengambil kebijakan yang spektakuler namun gagal. Bisa juga hanya bercanda saja. Serta ribuan alasan lain yang akan segera terlihat apabila kita memiliki penglihatan matahati yang tajam.

Sebaliknya, pada saat kita dipuji, ketersanjungan yang terjadi juga bisa mencakup keseluruhan aspek jatidiri kita, termasuk pujian terhadap hal-hal yang bersifat fisik seperti kecantikan atau kegagahan, hal-hal yang bersifat non-fisik seperti intelektual, kebaikan hati, kedermawanan, serta hal-hal kepemilikan seperti kekayaan, dll. Bisa jadi pujian itu menjerumuskan kita karena akan lahir kebanggaan yang berlebihan. Bisa juga pujian cuma basa-basi dan tidak benar-benar refleksi dari sesuatu yang patut dipuji. Bisa juga hanya sekedar obrolan ringan. Serta ribuan kemungkinan yang akan jelas ketika kita melihatnya dengan matahati.

Penglihatan yang tajam dari matahati kita akan menjaga respon-respon negatif yang hanya akan semakin merusak jatidiri kita. Kerusakan yang terjadi sebagai akibat dari lemahnya matahati adalah ketiadaan pegangan yang pasti untuk menyikapi penghinaan dan pujian serta menyempitkan cara pandang yang menjadi hitam putih dan tidak menyeluruh. Akibat lanjutannya adalah terciptanya respon atau perilaku yang juga cenderung hanya berdasarkan sebab akibat yang tidak dipertimbangkan secara matang, sehingga sulit untuk mencapai kebijaksanaan hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s