Bangun Pagi

Posted on Updated on

Sering kita mendengar adanya keluhan tentang bangun pagi, apalagi bila kita harus bangun sebelum matahari terbit, rasanya berat sekali…rasanya malas untuk meninggalkan tempat kita tidur.  Pertarungan awal kita setiap hari adalah bangun dari tidur kita dan memulai kegiatan dengan niat, semangat, kekuatan, serta harapan yang lebih baik. Namun karena rutinitas bangun pagi sudah terjadi selama tahunan atau bahkan puluhan tahun, kita merasa tidak ada yang baru atau istimewa setiap kali kita bangun dari tidur kita. Sejak detik ini mungkin kita perlu bertanya : Pernahkan kita bangun tidur dengan rasa syukur yang dalam bahwa pagi ini masih diberikan kesempatan untuk beraktivitas di dunia, dengan penuh senyum dan niat baik untuk membawa perubahan yang positif ke dunia ini?

Setiap hari berganti adalah berbeda, bahkan setiap detik yang kita lewati juga berbeda dan terus demikian. Hanya dengan kejernihan matahati kita, maka kita akan mampu melihat perbedaan-perbedaan dalam kebaruan yang terus menerus.

Kondisi pada saat kita bangun pagi disadari ataupun tidak memiliki hubungan erat dengan kondisi pada saat kita memasuki fase tidur. Sebagian besar dari kita mungkin secara teratur melakukan bersih-bersih seperti menyikat gigi, cuci kaki dan tangan serta berdo’a sebelum tidur dan meniatkan untuk memulai hari esok dengan semangat baru. Sebagian lagi, mungkin langsung tidur karena lelahnya kegiatan sepanjang hari. Sebagian lagi tidur dengan membawa segala beban sepanjang hari. Sebagian lagi tidur karena dalam keadaan mabuk. Sebagian lagi tidur dalam kesedihan atau kemarahan. Sebagian tidur dengan setengah memaksakan mata yang tidak bisa terpejam dengan tenang. Sebagian lagi tidur karena rasa kantuk yang luar biasa sehingga dalam sekejap langsung tertidur.

Semua situasi dan kondisi menjelang tidur sifatnya kasuistik dan kita bisa mengalami keragaman prosesi menjelang tidur yang berbeda-beda setiap harinya. Meskipun kita telah memiliki keteraturan pola tertentu sejak lama, masih terbuka kemungkinan untuk memulai prosesi tidur dengan pola yang berbeda. Perbedaan itu disebabkan karena bentuk kegiatan yang berbeda, misalnya pada suatu waktu kita harus mengalami perjalanan selama 20 jam nonstop. Apakah kita bisa tidur dalam pola yang berbeda dengan keteraturan kita? Berbahagialah bagi kita yang bisa tidur dalam pola-pola apapun, baik dalam keadaan tenang, krisis ataupun perang.

Tidak ada kekhawatiran atau pengaruh-pengaruh tertentu yang menghalangi ketenangan dan kenyamanan dalam tidur. Kemudahan tidur di sini bukanlah memperbesar nafsu tidur, karena hal itu sama saja dengan kemalasan.

Setelah kita memahami prosesi menjelang tidur, maka kita akan paham mengapa di pagi hari saat kita bangun ada nuansa-nuansa tertentu yang memancar dari wajah kita. Bangun pagi selalu dalam keadaan berseri-seri penuh semangat mungkin tidak bersifat ajeg sepanjang hidup kita karena adakalanya kita menghadapi situasi yang diluar perhitungan. Namun tanpa adanya upaya yang disertai pelepasan diri, mungkin akan jarang kita bangun pagi tanpa keluhan.

Selain prosesi tidur, faktor kejernihan matahati juga akan menjadi penyebab situasi saat bangun tidur. Apa yang disebut sebagai mimpi buruk seringkali mengakibatkan terbangunnya kita dalam kekagetan. Mimpi yang antara lain disebabkan tertekannnya salah satu anggota tubuh, terbawanya ingatan sehari-hari dalam tidur, pengaruh fantasi dan angan-angan, harapan dan niat, serta ilusi pikiran dan rasa menjelang tidur, seringkali mempengaruhi kualitas tidur dan mentalitas bangun tidur kita. Apa pentingnya memahami bangun tidur?

Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan awal kegiatan kita setiap hari, apabila diawali dengan ketidakpedulian mungkin hasilnya juga penuh teka-teki yang tidak terarah pada jawaban dalam kehidupan, bagaikan keterjebakan dalam alam ilusi. Apabila diawali dengan rasa malas, mungkin sepanjang hari, kegiatan akan dijalani setengah-setengah. Apabila diawali dengan beban masa lalu, mungkin perjalanan hari ini dijalani dengan teramat beratnya. Begitulah seterusnya, semua memiliki keterkaitan dengan prosesi bangun pagi, bahkan termasuk dalam soal rezeki. Sudah menjadi fenomena umum, mereka yang rajin bangun pagi dengan motivasi baru dan segar akan memperoleh keberuntungan yang lebih besar dibandingkan mereka yang senang bermalas-malasan.

2 thoughts on “Bangun Pagi

    febrian said:
    Maret 26, 2008 pukul 9:42 pm

    EMNG BRO BNG PAGI ITU ENK….

    TP,GAG ENK KLO WAKTU MIMPI INDAHHH…

    Pulsa said:
    Januari 26, 2011 pukul 9:51 am

    bangun pagi lebih barokah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s