Bisikan Hati

Posted on

Apakah setiap yang terlintas dan terdengar di hati merupakan bimbingan dalam menjalani hakikat kebenaran? Sepertinya terlalu panjang bila kita membahas satu per satu jenis bisikan atau lintasan yang ada di hati kita. Selain itu, kita akan terjebak dalam definisi-definisi tanpa pernah benar-benar memahami mekanismenya. Setiap lintasan atau bisikan dalam hati kita berasal dari berbagai sumber yang sulit dipahami bila kita hanya mengandalkan penglihatan yang lemah. Akan terlalu banyak tipuan yang akhirnya menjerumuskan kita pada tuntunan yang bukan merupakan cahaya sejati.

Bila kita meyakini keberadaan Iblis dan mahluk ghaib penggoda lainnya, maka hal itu adalah salah satu pembisik dan pemberi lintasan di hati. Bila kita meyakini bahwa respon-respon psikologis dengan segala kerumitan sistem saraf adalah pengendali utama kehidupan, maka yang terlintas dan terdengar akan kita yakini bersumber dari rekaman dalam sistem saraf termasuk yang diwariskan DNA kita dari leluhur kita.  Bila kita meyakini malaikat pelindung, maka kita akan meyakini bahwa kita akan mendapatkan semacam firasat atau lintasan atau bisikan yang menyelamatkan. Bila kita menjadi atheis humanis yang hanya percaya pada potensi manusiawi, maka kita akan meyakini bahwa ketajaman hati tidak lain adalah bagian dari alat manusia untuk kehidupan. Dst…dst

Semua terjemahan dari apa yang disebut sebagai bisikan hati atau lintasan hati sangat tergantung pada masing-masing individu. Apakah berarti semuanya benar ataukah semuanya salah, dan bagaimana sikap yang seharusnya? Kembali pada jalan orang biasa, maka tidak perlu membuang waktu untuk ketakutan pada Iblis atau terlalu berharap pada malaikat. Langkah-langkah mantap perlu segera dijalankan menapaki setiap jejak dalam kewaspadaan hati yang terus memperhatikan setiap gerak dan diamnya hidup kita di dunia. Sampai pada suatu waktu kita akan mencapai keadaan yang serba jelas dan tidak lagi bertanya-tanya.

Sesungguhnya universalitas norma, nilai moral, kebaikan, ketulusan, kesabaran, serta berbagai nilai positif manusiawi adalah sama dimanapun kita berada, apapun keyakinan kita dan bagaimanapun canggihnya pemahaman kita. Semuanya sudah ada di alam semesta baik dalam diri kita maupun di luar diri kita, tinggal bagaimana kita secara sensitif memahami mekanisme kerjanya.

Untuk apa semua itu? tidak lain tidak bukan untuk membentuk akhlak kita agar benar-benar siap melanjutkan perjalanan berikutnya setelah meninggalkan dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s