1429

Posted on

Malam menjelang tahun baru hijriah 1429, kaum muslimin yang taat pada umumnya melakukan kegiatan introspeksi diri dengan apa-apa yang telah diperbuat. Dalam kegiatan yang didominasi oleh kerja matahati yang jernih tersebut terjadi proses pemilahan dan pemilihan semua bentuk amalan yang baik untuk tetap dipertahankan dan ditingkatkan, serta meninggalkan semua perbuatan buruk, baik untuk diri sendiri ataupun orang lain.Matahati yang memiliki kekuatan dan kejernihan akan mampu melihat bahwa bobot terberat dalam perhitungan nanti adalah soal akhlak. Usaha-usaha penguatan matahati untuk menggerakan segenap lahiriah dan bathiniah menjadi hamba Allah SWT yang taat akan melahirkan kepatuhan melaksanakan semua kewajiban dan menjauhi segala laranganNya.

Salah satu renungan yang senantiasa mempertajam penglihatan matahati adalah kesadaran bahwa tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Selain itu, juga akan lahir kesadaran untuk pulang kembali ke hadirat Ilahi. Bahkan kehidupan didunia ini tidak kekal menjadi prinsip yang melekat dalam hati dari waktu ke waktu.

Oleh karena keterbatasan waktu hidup yang tidak diketahui pasti ujungnya, maka matahti akan gelisah bila kesempatan hidup ini diisi dengan hal yang sia-sia. Mengimbangi kegelisahan tersebut, peningkatan taqwa dan penguatan semangat beramal ibadah menjadi sangat penting untuk memelihara vitalitas keimanan.

Masalah introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah bukanlah hal yang sambil lalu, karena sangat-sangat perlu bagi kita untuk bercermin dengan matahati yang jernih, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, sebagai perbandingan bagi perbuatan yang akan kita lakukan dengan pertimbangan dan ilmu yang benar.

Kelemahan penglihatan matahati akan membuat manusia enggan untuk bercermin , malahan cenderung menutupi diri dengan berbagai alasan. Menghindari kenyataan bahwa begitu banyak kerusakan yang telah dilakukan baik berupa aniaya terhadap diri sendiri maupun kerusakan yang menimpa manusia lain, lingkungan dan mahluk lain.

Kebebasan menjadi tuntutan utama untuk pemuasan kehendak yang berada di luar bimbingan matahati. Bergerak sekehendak hatinya, tanpa arah, tanpa berpikir, tanpa pertimbangan, tanpa matahati, membabi buta berusaha mencapai pemuasan hasrat duniawi semata.

1429 telah menjelang dan hari-hari yang baru akan kita lewati, hanya dengan kesadaran yang terus menerus dalam hati, pikiran dan jiwalah kita akan mampu mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat.

Semoga umat manusia dari waktu ke waktu bergerak menuju proses transformasi diri dengan meperhatikan matahatinya.

Selamat Tahun Baru 1429 Hijriyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s