Matahati & Perbedaan Keyakinan

Posted on Updated on

Bagaimana masing-masing kita melihat sesama umat manusia dalam perbedaan keyakinan? Apakah ada kekeliruan dalam penglihatan matahati masing-masing kita? Lihatlah di dalam negeri tercinta Indonesia, ada begitu banyak keyakinan dari yang berlandaskan ajaran agama, kepercayaan tradisional, sampai pembentukkan keyakinan baru. Respon umum yang sering terdengar di media massa adalah maraknya penggunaan istilah sesat. Tersesat merupakan sebuah peristiwa kehilangan arah tujuan atau tertipunya akal dan hati dalam perjalanan. Misalnya saja di tengah hutan akal kita menganggap bahwa jalan yang kita lalui ditandai oleh sejumlah pepohonan, namun karena kemiripan pohon-pohon di hutan, kita berputar-putar dan gagal menemukan jalan menuju puncak gunung.

Biasanya ketika kita tersesat, kita tidak menyadarinya sampai ada pertolongan dari manusia lain atau dari kesadaran yang muncul manakala kita mampu melihat kekeliruan dalam perjalanan. Itulah sebabnya kontemplasi, meditasi, perenungan kembali, berdoá, berzikir, mengingat Tuhan, dan berbagai metode introspeksi diri menjadi sangat penting untuk dilakukan secara berulang-ulang. Barangkali saja kita telah tersesat dalam perjalanan hidup kita.

Bagaimana kita memahami demikian banyaknya keyakinan yang berbeda dan bagaimana kita bisa tahu yang mana yang tersesat? Sungguh hal ini teramat sulit dan sensitif karena mana ada manusia yang tidak tersinggung bila dikatakan telah tersesat. Sebuah kisah dari Persia tentang burung hantu dan burung hoppoe sangat menarik untuk disimak.

Pada suatu malam seekor burung hoppoe singgah di sarang sekawanan burung hantu. Dengan sopan santun sang burung hoppoe mohon untuk bisa sejenak bermalam dan melepas lelah. Burung hoppoe diterima dengan baik oleh komunitas burung hantu dan merekapun mulai berbincang-bincang. Burung hoopoe terkenal karena sering melakukan perjalanan jauh dan memiliki cerita yang menakjubkan. Akhirnya karena dimohon untuk bercerita, berceritalah burung hoppoe tentang keindahan alam di beberapa wilayah yang disinggahinya. Ketika burung hoppoe bercerita tentang keindahan alam di siang hari, kawanan burung hantu mulai gelisah dan menganggap burung hoppoe berdusta. Namun burung hoppoe dengan tegas bersumpah atas nama Yang Maha Pencipta bahwa keindahan alam hanya bisa dinikmati pada siang hari, sedangkan di malam hari alam menjadi gelap. Kawanan burung hantu kemudian menjadi marah dan memaksa burung hoppoe untuk mencabut pernyataannya. Karena burung hoppoe tidak mau, maka akhirnya kawanan burung hantu mulai melukai dan mengusir burung hoppoe. (Disadur secara bebas dari Filsafat Iluminasi Isyraqiyah)

Maknanya adalah bahwa siapapun kita akan menjadi sedemikian marah dan bingung ketika ada manusia lain yang membongkar kebutaan matahati kita. Langkah paling mudah adalah memaksakan keyakinan kita pada orang lain agar hati kita menjadi tentram kembali dalam kebutaan.

Sungguh dalam perbedaan keyakinan itu tidak ada paksaan untuk meyakini suatu keyakinan. Adalah kita yang secara pasif ataupun aktif, diam ataupun bergerak melakukan proses diri dalam suatu keyakinan. Namun setelah kita memiliki penglihatan yakin, ilmu yakin seperti sang burung hoppoe adalah wajar bila kita berbagi pencerahan kepada siapapun yang memerlukannya. Namun janganlah bersedih dan berputus asa manakala manusia tetap dalam kebutaannya karena pilihannya sendiri. Selain itu, juga jangan memaksakan suatu keyakinan walaupun keyakinan kita itu sudah terang benderang seperti cahaya matahari menyinari keindahan dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s