Bersandar

Posted on

Ketika kita bersandar pada sesuatu adakalanya kita baru ingat bahwa sandaran itu rapuh pada saat kita terjatuh. Misalnya saja secara fisik kita mungkin pernah bersandar pada pagar bambu dan kita mungkin juga pernah bersandar pada pagar besi atau bahkan pada tembok beton. Berbeda bukan? Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari bila kita bersandar pada sesuatu yang rapuh maka kita akan terhenyak kaget manakala sandaran kita rubuh. Keyakinan manusia juga berkaitan dengan sesuatu yang menjadi sandaran, apakah itu agama, ilmu pengetahuan, pikiran kita, hati kita, semua bisa menjadi sandaran manakala kita memutuskan suatu langkah dalam hidup kita. Bila kita memiliki keyakinan yang kuat dalam beragama, bersandar pada kuasa Tuhan adalah salah satu pokok keimanan yang kokoh. Namun bila kita tidak beragama maka sandarannya akan bergeser pada kuasa manusiawi seperti intelektual dan kekuasaan duniawi. Matahati merupakan potensi manusiawi yang akan membimbing kita untuk bersandar pada sandaran yang kokoh. Secara sebab akibat, sesungguhnya pengaruh daripada kekuatan sandaran itu tergantung pada seberapa kuat pemahaman dan keyakinan kita pada sandaran tersebut. Maka fokuslah dan yakinlah pada sandaran kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s