Olah Pikir dan Olah Rasa

Posted on Updated on

Terima kasih atas komentar saudara Ramadhona dari Banda Aceh yang meminta penjelasan yang lebih detail dalam tulisan matahati. Pertama-tama saya melihat bahwa dunia filsafat utamanya digerakkan oleh kegelisahan pencarian hati yang disambut secara positif oleh akal rasio sedangkan dunia kebathinan utamanya digerakkan oleh kebuntuan akal rasio yang direspon secara positif oleh rasa di hati. Sepintas lalu sepertinya saling berlawanan dan seringkali terjadi perbedaan yang dahsyat antara mereka yang menempuh jalan kebenaran filsafat dan jalan kebenaran spiritual. Ada juga yang mencoba mencocokan kedua jalan tersebut dengan jalan tengah filsafat spiritual.

Matahati yang menjadi sentral dalam Blog ini hanya sebuah istilah yang mengacu pada apa yang bisa kita andalkan dalam perjalanan hidup kita dan bukan suatu upaya reduksi humanisme yang meniadakan informasi lain. Apapun jalan kebenaran yang kita pilih hal itu sangat tergantung pada potensi yang kita miliki dan pada fakta sejarah jalan yang telah kita lalui. Kisah perjalanan sufisme di dunia Islam hampir seluruhnya didahului oleh  pemahaman yang ketat tentang syariah, fiqih, filsafat, dan ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebaliknya kuatnya argumentasi logika filsafat yang berkembang dalam tradisi keilmuan di Yunani diawali oleh kegelisahan hati dalam mencari diri (gnothe seauton). Kedua jalan tersebut mencapai puncak keemasannya dalam masanya dan menjadi acuan yang hidup sampai sekarang.

Dalam tradisi Kristen, Yahudi, Buddha, Hindu, dan agama tradisional suku-suku di seluruh dunia juga mengenal keterpautan antara hati dan akal yang saling berinteraksi dalam sebuah upaya pencarian. Apa-apa yang disebut sebagai jalan dapat diterjemahkan oleh manusia modern sebagai metode atau cara pencapaianya. Memilih jalan atau metode terkait erat dengan tujuannya.

Bila tujuan kita hanya berhenti pada pemilikan kekayaan duniawi maka metode yang cocok juga berhenti disekitar penguatan motivasi, pengayaan diri untuk eksplorasi sumber-sumber rezeki bahkan termasuk pada sugesti diri yang fokus pada kekuatan pribadi. Berbagai bentuk ritual bathin-pun diarahkan pada pemenuhan ambisi memperoleh kekayaan. Mereka yang tidak cukup luas cara pandangnya akan melihat keberhasilan sebagai produk keajaiban, sebaliknya mereka yang dikuasai akal rasio akan menolak segala bentuk keajaiban dan melihatnya sebagai hasil kerja keras.

Olah pikir dan olah rasa sesuai dengan judul tulisan ini merupakan dua proses yang selalu dirasakan manusia dalam perjalanan hidupnya. Sebagaimana penjelasan di atas, bahwa tidak ada masalah yang mana yang lebih dahulu dilakukan. Tidak ada penyeragaman metode untuk seluruh umat manusia, setiap manusia adalah unik dan memiliki kemampuan untuk menemukan jalannya sendiri. Jalan dan ajaran yang telah diwariskan para pendahulu kita dan telah menjadi bagian dari sejarah hidup kita merupakan referensi yang sangat kaya akan informasi yang kita perlukan. Namun seringkali karena “kebutaan” sesaat yang kita rasakan saat dihantam berbagai problem, kita menjadi kehilangan arah.

salam matahati

3 thoughts on “Olah Pikir dan Olah Rasa

    Johnd195 said:
    Mei 18, 2014 pukul 11:06 pm

    Thanks for any other informative web site. Where else may just I get that kind of information written in such an ideal way? I have a mission that I am just now operating on, and I have been on the look out for such information. edkagdkebfdg

    Johng47 said:
    Mei 18, 2014 pukul 11:07 pm

    Greetings! Very useful advice within this article! It is the little changes that make the most important changes. Many thanks for sharing! bkdebdddcbck

    Abu Wardah said:
    Desember 26, 2015 pukul 9:32 pm

    Terima kasih atas pencerahannya akhi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s