Momen Kehidupan

Posted on Updated on

Pernahkan kita benar-benar menyadari bahwa hidup bagaikan pergantian dari satu momen ke momen lain? Momen yang telah berlalu menjadi sejarah walaupun satu detik yang lalu, berlalu begitu saja tanpa bisa kita rengkuh kembali. Kita bergerak begitu cepat dan lebih sering dalam keadaan tidak sadar, dimana perhatian utama lebih didominasi oleh kenangan/memori, tujuan, dan hal yang sedang dilakukan dalam tiap momentum.

Suatu keadaan dimana kita benar-benar tenggelam dalam situasi suatu momen seringkali berkelanjutan dalam kenangan dan menjadi acuan untuk momen berikutnya. Padahal antara momen yang satu dengan yang berikutnya putus dan benar-benar berbeda. Misalnya saja dalam suatu momen perjalanan di malam hari di suatu daerah kita merasakan ketakutan, pada momen berikutnya di hari berikutnya bisa jadi acuan rasa takut itu muncul kembali.

Manusia adalah mahluk yang selalu belajar dari satu momen ke momen yang lain. Timbulnya percaya diri bukan hanya semata-mata karena kualitas diri yang mantap, melainkan juga suatu proses belajar dari satu momen ke momen berikutnya. Hal yang sama juga berlaku untuk perasaan-perasaan lain seperti sedih dan bahagia. Pada dasarnya semua itu refleksi dari potensi-potensi manusiawi yang melekat pada diri kita. Contoh lain misalnya kita belajar dari momen merasakan panas api dan berdasarkan pengalaman itu kita memiliki mekanisme untuk menghindari diri dari bahaya api.

Setelah kita memahami makna momen kehidupan sebagai rangkaian peristiwa demi peristiwa dalam hidup kita, lantas bagaimana peranan matahati kita?  Bila Hati menjadi penguasa derap langkah hidup kita, maka penglihatan hati atau Matahati atau hati nurani menjadi cermat dan jernih serta akan membimbing pada pemahaman hidup yang lebih sederhana. Kita tidak akan terjebak kenangan masa lalu, kita tidak akan tertawan oleh impian masa depan, dan kita tidak akan diikat oleh kesibukan saat ini. Setiap langkah kegiatan berada dalam naungan kesadaran utuh tentang tiap-tiap momen. Tentu saja nyaris mustahil untuk 100% berada dalam kesadaran dan senantiasa 100% selalu mampu menjalani tiap momen dengan bimbingan matahati.

Kita bisa saja dalam waktu spontan menjadi begitu marahnya, kita bisa saja begitu kuatnya dalam hasrat seksual, kita bisa saja sangat terharu dalam keheningan, kita bisa saja nyaris putus asa dan sangat bersedih hati, serta berbagai refleksi lainnya, semua bergantian dari satu momen ke momen berikutnya. Itulah sebabnya melakukan kegiatan individu berupa kontemplasi, berdoá, meditasi, shalat, mengingat Tuhan, merenungi kuasa Tuhan, berpuasa, serta berbagai hal yang mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa menjadi kebutuhan.

Ya..kebutuhan kita agar pengaruh satu momen tidak membuat keseluruhan hidup kita hancur dalam bayang-bayang momen tersebut.

Salam Matahati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s