Makna Melihat

Posted on Updated on

Melihat sesuatu tidak bukan hanya dalam ruang visualisasi indera penglihatan. Tetapi ada upaya pemaknaan atas sesuatu yang kita lihat. Hal itu sepertinya terlalu njelimet bila kita telusuri satu per satu namun sesungguhnya demikianlah prosesnya. persepsi gambar yang ditangkap oleh mata kita diterjemahkan oleh otak kita dan menjadi sesuatu yang bermakna tertentu. Semakin banyak referensi daftar pengetahuan yang terekam di otak kita maka semakin mudah kita memahami apa-apa yang kita lihat. Lalua bagaimana dengan penglhatan hati menggunakan matahati?

Agak mirip juga apa-apa proses yang berlaku dalam penglhatan mata dengan penglihatan matahati, perbedaannya hanya pada referensi dan mekanisme pemaknaanya. Otak kita bagaikan alat teknologi canggih yang mampu bekerja dalam mekanisme tertentu dan memberikan pemaknaan. Sifatnya juga netral dan mengikuti hukum alam. Referensinya berada dalam rekaman ingatan/memori dan kalkulasi rasional atas sesuatu. Sementara referensi matahati adalah rekaman rasa jiwa yang lebih mengarah pada respon-respon dalam atas apa-apa yang dilihat. Matahati mencakup seluruh daya indera manusia sehingga penglihatan matahati menjadi lebih kompleks karena tidak terbatas pada dimensi. Sebagai contoh misalnya, pada saat kita mendapatkan pengalaman deja vu atau mimpi atau visi mendadak. Hal itu tidak terjadi secara kebetulan, ada sesuatu yang mendorong terjadinya penglihatan kasat mata tersebut.

Ketekunan dalam melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik pada umumnya sangat berpengaruh pada kemampuan matahati kita. Sebaliknya penelantaran matahati akan membuatnya semakin kehilangan kemampuan dan bahkan bisa sama sekali tidak terbayangkan lagi. Itulah sebabnya ada gerakan-gerakan spiritual yang meyakini peningkatan kualitas manusia melalui serangkaian ritual tertentu yang bertujuan mempertajam matahati. Hakikatnya sangat sederhana yaitu membiasakan untuk menggunakan potensi penglihatan matahati. Sebenarnya serangkaian ritual yang ditujukan untuk mempertajam matahati termasuk dalam kategori percepatan transformasi untuk mencapai penglihatan hakiki atau penglihatan yakin. Kita sebagai manusia biasa tidak perlu tergesa-gesa untuk menginginkan suatu penglihatan karena secara wajar pun penglhatan itu akan semakin tajam manakala kita menggunakannya.

Lalu mengapa tidak ada jaminan semua manusia akan berhasil mencapai penglihatan matahati tersebut? Misalnya setelah melalui serangkaian metode eh…malahan jadi jawara yang kejam, atau orang yang mengambil kesempatan dalam kesulitan orang lain. Hal itu hanya berupa shakti (sebuah hasil dari ketekunan bertapa/beritual) dan sama sekali bukan kerjenihan matahati. Dengan demikian kita sangat perlu untuk berhati-hati dalam menempuh jalan spiritual, karena ketersesatan di jalan spiritual sangat berbahaya.

Adalah kesederhanaan/keluhuran cita-cita dan kejujuran dalam perjalanan hidup yang akan membuat matahati kita menjadi jernih cemerlang dan bahkan bisa menerangi manusia lain. Tentu saja hal itu mudah untuk dituliskan disini, namun realitanya cukup jarang ditemukan di tengah-tengah masyarakat. Kecenderungan-kecenderungan yang kita bawa sejak lahir memang menjadi salah satu penghalang jernihnya matahati. Misalnya kecenderungan kita akan kenikmatan makanan. Pada tahapan tertentu hal itu merupakan survival manusia untuk bertahan hidup, namun pada tahapan lain makanan justru menjadi pemuas hawa nafsu yang mungkin tiada batasnya. Kecenderungan-kecenderungan manusiawi lainnya juga berlaku sama.

Makna melihat bagi matahati mencakup keseluruhan potensi inderawi yang diterjemahkan dalam respon-respon yang sangat halus dalam hati kita, mencakup rasa jiwa, mencakup terjemah atas esensi segala sesuatu.

One thought on “Makna Melihat

    iwansyamsumin said:
    April 17, 2008 pukul 9:45 pm

    melihat, memandang, mengawasi, memahami, mengetahui, yakin, iman, mengenal adalah satu rantai manfaat.
    Melihat haruslah disertai dengan perkataan di dalam hati. Jika tidak, maka melihat menjadi suatu bentuk tidak berarti. Maka, melihat dengan menyadari, berarti penglihatan itu harus diperkatakan di dalam hati. Tetapi kalo perkataan di dalam hati terlalu ribut, penglihatan bisa menjadi keliru. Contohnya : orgil.
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s