Matahati

Posted on Updated on

Begitu banyak tokoh hebat yang menulis tentang hati manusia. Dalam dunia Islam nama Imam Al-Ghazali dengan maha karyanya Ihya’ Ulum-i al-Din secara panjang lebar mengupas persoalan hati manusia. Dalam psikologi modern tercatat perkembangan istilah-istilah yang merujuk pada hati seperti kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, quantum ikhlas, aktivasi hati, kesadaran tinggi, dst. Ibnu Sina membagi kesadaran manusia dalam kategori hayati, hewani dan manusiawi melalui simbol-simbol sederhana yang bisa merefleksikan perilaku manusia.


Tengoklah juga misalnya upaya pada orang suci, ahli yoga dan meditasi, pendeta dari berbagai kalangan keyakinan, ahli filsafat, guru kebathinan, guru sufi, serta para ahli kebijakan yang selalu menyeru manusia untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda. Persoalannya kadangkala pelajaran yang disampaikan terlalu rumit dalam tingkatan level yang membuat manusia biasa seperti kita seperti melihat legenda yang sulit kita aplikasikan dalam kehidupan kita yang singkat.

Dalam literatur Barat, sebuah slogan I think therefore I am dari Descartes yang sangat terkenal telah melandasi pemikiran tentang supremasi rasionalitas sebagai penilai sekaligus pecari jalan keluar. Dalam turunannya sebagian kalangan psikologi modern menaruh keyakinan pada posisi sentral mind yang diproduksi di dalam otak manusia yang sangat kompleks. Bahkan ada upaya-upaya untuk memahami kompleksitas manusia hanya dalam sudut pandang neuroscience yang berusaha memahami setiap respon dalam berbagai bentuknya di kehidupan manusia. Descartes tidak sendirian karena evolusi science bergerak bersama-sama seiring dengan kemajuan pemikiran manusia. Sebuah upaya kontroversial dalam studi ilmiah psikologi Barat juga ditunjukan melalui pendekatan seksual seperti dalam Freudian psychology.

Tidak ada yang salah dalam setiap upaya manusia mengenali dirinya, semua itu merupakan rangkaian informasi universal yang seyogyanya bisa menjadi bahan pemikiran bagi setiap individu untuk memahami dirinya masing-masing. Karena dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri kita sendiri akan memancar dalam kegiatan kita yang bermanfaat bagi masyarakat di sekeliling kita dan bahkan bagi umat manusia.

3 thoughts on “Matahati

    Ramadhona said:
    Januari 4, 2008 pukul 12:47 pm

    Ya menurut saya itu suatu teori pemikiran yang baik tentang ilmu filsafah seperti yang dikatakan diatas adanya ilmu kebatinan serta kita diajak kita melihat dari sisi yang berbeda pula itu suatu pemikiran supaya manusia bisa lebih sadar siapa dirinya dengan begitu banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan anak manusia. tapi seperti yang dikatakan juga kita terlalu singkat untuk memahami tentang adanya ilmu -ilmu spritual serta ilmu-ilmu yang dipandang dari sudut yang berbeda pula sepeti joga bertapa dan sebagainya untuk hidup didunia ini .tapi kita hanya sekedar mengetahuinya saja boleh-boleh saja asal dapat bisa mengendalikannya jika tidak sulit bisa bisa kita kebingungan dengan teori-teori seperti itu apa bila hanya dipikirkan sekian komentar dari saya .teori saudara buat sudah baik tapi mohon lebih detil lagi terima kasih.

    Ramadhona said:
    Januari 4, 2008 pukul 12:48 pm

    Ya menurut saya itu suatu teori pemikiran yang baik tentang ilmu filsafah seperti yang dikatakan diatas adanya ilmu kebatinan serta kita diajak kita melihat dari sisi yang berbeda pula itu suatu pemikiran supaya manusia bisa lebih sadar siapa dirinya dengan begitu banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan anak manusia. tapi seperti yang dikatakan juga kita terlalu singkat untuk memahami tentang adanya ilmu -ilmu spritual serta ilmu-ilmu yang dipandang dari sudut yang berbeda pula sepeti joga bertapa dan sebagainya untuk hidup didunia ini .tapi kita hanya sekedar mengetahuinya saja boleh-boleh saja asal dapat bisa mengendalikannya jika tidak sulit bisa bisa kita kebingungan dengan teori-teori seperti itu apa bila hanya dipikirkan sekian komentar dari saya .teori saudara buat sudah baik tapi mohon lebih detil lagi terima kasih.saya seorang mahasiswa universitas syiah kuala Banda Aceh facultas Bahasa Inggris

    Olah Pikir dan Olah Rasa « Matahati Kita said:
    Januari 6, 2008 pukul 1:42 pm

    […] komentar saudara Ramadhona dari Banda Aceh yang meminta penjelasan yang lebih detail dalam tulisan matahati. Pertama-tama saya melihat bahwa dunia filsafat utamanya digerakkan oleh kegelisahan pencarian hati […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s