Latest Event Updates

Menepis Godaan

Posted on

Sepintas lalu, kata “menepis godaan” tampak dan terdengar ringan. Namun apa yang terjadi ketika kita menyaksikan jatuhnya diri kita ke lembah godaan? Sebuah ketidakberdayaan manusia yang begitu lemahnya bagaikan tangisan anak bayi yang dahaga akan air susu ibundanya. Boleh jadi saat ini anda kuat menahan diri dari makan dan minum dengan rajin berpuasa. Boleh jadi saat ini anda kuat menghindari dosa-dosa besar seperti membunuh, mencuri, korupsi, memfitnah, durhaka pada orang tua, zina, dan lain sebagainya. Tetapi apakah anda akan selalu kuat sepanjang waktu setiap detik…menit…jam…hari…minggu…bulan…dan tahun hingga anda meninggalkan alam dunia ini? Godaan akan terus ada, menanti, mengintai, mendatangi anda tanpa kenal lelah. Hal ini bukan berarti godaan adalah sesuatu yang sedemikian hebat dan besar sehingga menghantui dan membuat hidup kita menjadi penuh ketakutan, kekhawatiran, dan bahkan menciptaan keadaan sesak sulit bergerak menikmati kehidupan dunia. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Numb …Crawling… In the End

Posted on Updated on

Bunuh diri adalah fenomena unik yang dapat kita pahami namun juga pada saat yang bersamaan membuat kebanyakan kita bertanya-tanya mengapa, apalagi bila peristiwa tersebut terjadi pada orang-orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Keputusasaan, penderitaan yang luar biasa, tekanan sosial, tekanan ekonomi, tekanan psikologis, ketakutan yang sangat berlebihan, malu, sakit fisik yang luar biasa, sakit hati yang luar biasa, kehilangan keyakinan hidup, kehilangan arah hidup, hilangnya keimanan, kebingungan, terjebak obat bius, serta berbagai ekspresi keinginan bunuh diri (suicidal) merupakan beberapa hal yang mewarnai peristiwa bunuh diri, atau minimal penjelasan-penjelasan. Tentu masih banyak penjelasan yang akan lebih tepat dijelaskan oleh para ahli tentang fenomena bunuh diri.

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Sulit Mengubah Perilaku/Kebiasaan

Posted on Updated on

bad and good habits

(Picture source: DietPsyche)

Pada suatu pagi seorang pemabuk yang berjanji untuk menghentikan kebiasaannya minum minuman yang memabukan bertanya pada dirinya sendiri, mengapa semalam dirinya kembali tenggelam dalam perilaku atau kebiasaan yang dibencinya, yakni mabuk. Namun ketika malam hari tiba, tanpa sadar dirinya kembali menenggak minuman yang membuatnya lupa pada pertanyaannya di pagi hari.

Dialog internal yang sama juga terjadi pada mereka yang senang merokok dan berjuang menghentikan kebiasaan merokok. Betapa sulitnya seseorang mengubah perilaku yang telah menjadi kebiasaan dan bahkan ketergantungan. Mengapa sedemikian sulitnya kita untuk berubah dari satu kebiasaan kepada kebiasaan yang lain?

Baca entri selengkapnya »

Hadha Sayamuru: Ini akan berlalu

Posted on Updated on

keep-calm-it-will-all-be-over-soon-11
Source: KeepCalm

هذا سيمر atau hadha sayamuru atau dalam bahasa Indonesia berarti ini akan berlalu  sering dijadikan rujukan oleh mereka yang sedang menghadapi masalah, dimana kata-kata tersebut memberikan harapan bahwa masalah pada akhirnya akan berlalu juga. Namun oleh orang bijak kata-kata tersebut bukan hanya bermanfaat di saat susah melainkan juga sebagai pengingat di saat bahagia, dimana kebahagiaan juga akan berlalu. Dalam filsafat Jawa, Ki Ageng Suryo Mentaram terkenal dengan kata-kata mutiara bahwa hidup itu “sebentar senang sebentar susah,” dan bahwa sikap mental manusia secara umum dalam menghadapi hidup itu bersifat mungkret-mulur.  Baca entri selengkapnya »

Mencintai Dunia

Posted on Updated on

Adakah yang salah dengan sikap mencintai dunia? Dengan segala rasa yang bersemayam di dalam hati kita baik yang digerakkan oleh ego, semangat/motivasi, cita-cita/harapan, kesenangan/kepuasan/kenikmatan, eksistensi sosial, tentunya kita akan menyuruh akal kita untuk berargumentasi bahwa mencintai dunia adalah hal yang wajar. Bagaimana tidak, sejak kita lahir kita terikat oleh fisik badan kita yang memperoleh pengalaman yang enak dan tidak enak karena kaitannya dengan dunia. Contoh sederhana adalah makan dan minum yang menjadi kebutuhan untuk kelangsungan hidup kemudian menjelma menjadi kesenangan mulut dan perut kita yang menggemari makanan yang enak dan bukan makanan yang tidak enak. Rasa manis, asin, asam, dan lain-lain menjadi sensasi tersendiri bagi lidah kita dan rasa kenyang di perut kita membuat nyaman tubuh kita.  Baca entri selengkapnya »

Memandang Baik Perbuatan Maksiat

Posted on Updated on

Stop Maksiat ! 

Masyarakat Indonesia cenderung melihat makna maksiat ke dalam definisi yang lebih sempit yakni perbuatan yang terkait dengan kejahatan/penyimpangan seksual/zina, minuman keras, dan berbagai hal yang terkait dengan dunia hiburan malam. Padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maksiat adalah perbuatan yg melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dsb). Dengan demikian seluruh perbuatan yang melanggar perintah dan larangan Allah SWT masuk dalam kategori maksiat. Sementara dalam istilah Bahasa Arab, kata yang memiliki arti maksiat adalah Sayyi’ah, khathi’ah, dzanbun, dan itsmun. Maksiat bisa disebut sayyi’ah, bisa disebut khathi’ah, bisa disebut itsmun, bisa juga disebut dzanbun. Semua sinonimnya, memiliki makna yang berdekatan. Yang wajib dilakukan adalah mewaspadainya. Maksiat seperti ghibah, bisa disebut dzanbun, bisa disebut maksiat, bisa juga disebut khathi’ah. (lengkapnya lihat sumber: Muslimah.or.id). Adapun jenis maksiat diambil dari makna perbuatan melanggar larangan Allah dan meninggalkan perintah Allah, maka hanya ada dua jenis yaitu dalam hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan sesama mahluk. Singkatnya maksiat = perbuatan dosa (perbuatan yang salah/keliru).

Memandang baik perbuatan maksiat berada di dalam pikiran dan rasa manusia dimana suatu perbuatan yang masuk dalam kategori maksiat namun dipikir dan dirasa baik oleh pelakunya. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Peduli

Posted on Updated on

Belakangan ini muncul pertanyaan di benak mengapa seseorang peduli dengan orang lain. Hal itu dapat dijelaskan dari berbagai sisi, mulai dari kedekatan hubungan orang tua dan anak-anaknya, persaudaraan, persahabatan, percintaan, kemanusiaan, dan lain sebagainya. Hal itu sangat manusiawi dan sudah menjadi kodrat manusia untuk memiliki rasa peduli. Walaupun besar kecilnya rasa peduli itu sangat tergantung pada subyek dan obyek dan situasi yang melingkupinya, namun rasa peduli itu tetap ada di dalam hati kecil setiap manusia.

social_care
Kepedulian Sosial (picture source: Healthcaretimes)

Baca entri selengkapnya »