Latest Event Updates

Menahan Marah

Posted on

sumber gambar: wikipedia

Agama mengajarkan manusia untuk menahan marah. Etika sosial menganjurkan manusia untuk menahan marah. Banyak kebudayaan yang mengisahkan suatu upaya manusiawi untuk menahan marah. Mengapa pada saat tertentu dimana suatu keadaan atau persoalan membuat manusia menjadi sangat marah sehingga kata-kata “menahan marah” menjadi seperti isapan jempol atau omong kosong, karena secara spontan keadaan di hati, pikiran dan jiwa adalah kemarahan yang meluap.

Ketika anda dihina, mungkin anda masih dapat menahan marah. Tetapi bagaimana bila ibunda anda yang dihina? Ketika anda dilukai mungkin anda masih dapat menahan marah, tetapi bagaimana bila istri/suami atau anak-anak anda yang dilukai hingga cacat dan mati? sanggupkah anda menahan marah? Dapatkah anda mema’afkan orang-orang yang telah sangat menyakiti diri dan keluarga anda?

Pertanyaan-pertanyaan ekstrim tersebut bukan dalam rangka membantah anjuran menahan marah atau mendukung meluapnya kemarahan bagaikan api dendam yang membakar. Tetapi hanya sebuah permisalan keadaan bahwa manusia wajar untuk marah dalam keadaan-keadaan yang secara spontan membutuhkan sikap tegas melindungi diri dari bahaya dan kekuatan jiwa yang menonjol dalam hal itu adalah kemarahan.

Benar bahwa marah itu bersumber dari nafsu manusiawi yang dapat merusak mereka yang selalu memperturutkan kemarahannya. Hanya karena hal-hal kecil seperti tersenggol di jalan anda menjadi sangat marah atau hanya karena ucapan tertentu anda tidak dapat mema’afkan seseorang. Berbagai keadaan dan peristiwa yang dihadapi dalam perjalanan hidup manusia dapat membuka pintu marah yang berlebihan bila tidak seseorang tidak menyadari apa yang bergejolak di hatinya dan mengapa hal itu terjadi. Setelah kemarahaan boleh jadi hanya menyisakan penyesalan atau mungkin juga memperparah perkembangan masalah yang ada.

Sungguh diperlukan kekuatan yang luar biasa bagi manusia untuk dapat senantiasa menahan dirinya dari kemarahaan karena manusia tidak tahu kapan suatu peristiwa atau keadaan menyebabkan dirinya secara spontan menjadi marah.

Takut Kehilangan dan Banyak Berharap

Posted on Updated on

Burning Man 2006
Sumber ilustrasi: http://malebc.org/hope-and-fear/

Pernahkah anda merasakan takut kehilangan?

Pernahkah anda merasakan banyak berharap?

Manusia pada umumnya memiliki kecenderungan rasa memiliki yang kuat terhadap berbagai kenikmatan duniawi dan hilangnya kenikmatan tersebut akan dirasakan sebagai bencana atau malapetaka. Nikmat kesehatan adalah salah satu contoh yang segera dapat dirasakan oleh siapapun yang sedang menderita penyakit yang menyebabkan seseorang tidak dapat beraktivitas normal. Begitu banyak bentuk kenikmatan dunia. Secara fisik, kita dapat merasakan kenikmatan melalui panca indra dan secara psikologis berbagai kenikmatan dapat memuaskan hasrat dan nafsu kehidupan kita sebagai manusia. Begitu kuatnya kita memeluk kenikmatan-kenikmatan tersebut baik sadar maupun tidak sadar sehingga kita dapat pula merasakan “takut” kehilangan kenikmatan tersebut. Kita pun melakukan sejumlah antisipasi melindungi berbagai kenikmatan yang telah kita capai dan miliki tersebut. Semua itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Dalam level dan derajat yang berbeda kita dapat merasakan takut kehilangan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Memahami

Posted on

Pernahkah kita sungguh-sungguh dapat memahami orang lain? Atau sudah berapa % kita memahami diri sendiri?

Seandainya kita dapat mengintip otak orang lain, mungkin dapat mengetahui pikiran orang tersebut, tetapi apakah kita dapat memahaminya?

Peristiwa teror bom gereja di Surabaya pada 13 Mei 2018 yang dilakukan oleh satu anggota keluarga Bapak, Ibu, dan 4 orang anaknya usia 18, 16, 12, dan 9 tahun sungguh sangat sulit dipahami akal kita dan maksimal hanya menghasilkan spekulasi dalam benak kita yang berusaha menjawab pertanyaan mengapa hal itu terjadi.

Baca entri selengkapnya »

Menepis Godaan

Posted on

Sepintas lalu, kata “menepis godaan” tampak dan terdengar ringan. Namun apa yang terjadi ketika kita menyaksikan jatuhnya diri kita ke lembah godaan? Sebuah ketidakberdayaan manusia yang begitu lemahnya bagaikan tangisan anak bayi yang dahaga akan air susu ibundanya. Boleh jadi saat ini anda kuat menahan diri dari makan dan minum dengan rajin berpuasa. Boleh jadi saat ini anda kuat menghindari dosa-dosa besar seperti membunuh, mencuri, korupsi, memfitnah, durhaka pada orang tua, zina, dan lain sebagainya. Tetapi apakah anda akan selalu kuat sepanjang waktu setiap detik…menit…jam…hari…minggu…bulan…dan tahun hingga anda meninggalkan alam dunia ini? Godaan akan terus ada, menanti, mengintai, mendatangi anda tanpa kenal lelah. Hal ini bukan berarti godaan adalah sesuatu yang sedemikian hebat dan besar sehingga menghantui dan membuat hidup kita menjadi penuh ketakutan, kekhawatiran, dan bahkan menciptaan keadaan sesak sulit bergerak menikmati kehidupan dunia. Baca entri selengkapnya »

Numb …Crawling… In the End

Posted on Updated on

Bunuh diri adalah fenomena unik yang dapat kita pahami namun juga pada saat yang bersamaan membuat kebanyakan kita bertanya-tanya mengapa, apalagi bila peristiwa tersebut terjadi pada orang-orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Keputusasaan, penderitaan yang luar biasa, tekanan sosial, tekanan ekonomi, tekanan psikologis, ketakutan yang sangat berlebihan, malu, sakit fisik yang luar biasa, sakit hati yang luar biasa, kehilangan keyakinan hidup, kehilangan arah hidup, hilangnya keimanan, kebingungan, terjebak obat bius, serta berbagai ekspresi keinginan bunuh diri (suicidal) merupakan beberapa hal yang mewarnai peristiwa bunuh diri, atau minimal penjelasan-penjelasan. Tentu masih banyak penjelasan yang akan lebih tepat dijelaskan oleh para ahli tentang fenomena bunuh diri.

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Sulit Mengubah Perilaku/Kebiasaan

Posted on Updated on

bad and good habits

(Picture source: DietPsyche)

Pada suatu pagi seorang pemabuk yang berjanji untuk menghentikan kebiasaannya minum minuman yang memabukan bertanya pada dirinya sendiri, mengapa semalam dirinya kembali tenggelam dalam perilaku atau kebiasaan yang dibencinya, yakni mabuk. Namun ketika malam hari tiba, tanpa sadar dirinya kembali menenggak minuman yang membuatnya lupa pada pertanyaannya di pagi hari.

Dialog internal yang sama juga terjadi pada mereka yang senang merokok dan berjuang menghentikan kebiasaan merokok. Betapa sulitnya seseorang mengubah perilaku yang telah menjadi kebiasaan dan bahkan ketergantungan. Mengapa sedemikian sulitnya kita untuk berubah dari satu kebiasaan kepada kebiasaan yang lain?

Baca entri selengkapnya »

Hadha Sayamuru: Ini akan berlalu

Posted on Updated on

keep-calm-it-will-all-be-over-soon-11
Source: KeepCalm

هذا سيمر atau hadha sayamuru atau dalam bahasa Indonesia berarti ini akan berlalu  sering dijadikan rujukan oleh mereka yang sedang menghadapi masalah, dimana kata-kata tersebut memberikan harapan bahwa masalah pada akhirnya akan berlalu juga. Namun oleh orang bijak kata-kata tersebut bukan hanya bermanfaat di saat susah melainkan juga sebagai pengingat di saat bahagia, dimana kebahagiaan juga akan berlalu. Dalam filsafat Jawa, Ki Ageng Suryo Mentaram terkenal dengan kata-kata mutiara bahwa hidup itu “sebentar senang sebentar susah,” dan bahwa sikap mental manusia secara umum dalam menghadapi hidup itu bersifat mungkret-mulur.  Baca entri selengkapnya »